AGAK LAEN 2 BAKAR PEMINAT, PENONTON LAGI KECANDUAN KETAWA ATAU MALAH KEBANYAKAN HANTU?

10 FILM TERLARIS PEKAN INI: No.1 MASIH KUAT, No.6 JATUH 98%, No.10 BIKIN NANGIS!

LAPORAN! Kalau kamu pikir selera penonton bioskop Indonesia itu mudah ditebak, data pekan ini siap bikin kamu keder. Satu film komedi berhasil menguasai panggung dengan gaya ‘berapi-api’, sementara deretan film horor dan drama berjuang mati-matian berebut sisa perhatian. Cinepoint baru saja merilis data 8-14 Desember 2025, dan yang terjadi adalah sebuah pertunjukan drama nyata di belakang layar—siapa yang masih bertahan dan siapa yang sudah ‘diambil’ rating-nya.

Top box office film indonesia cinepoint

Sang Juara yang Sedang ‘Mendingin’: Agak Laen Masih Menyala, Tapi…

Tanpa suspense yang berlebihan, tahta masih dicengkeram kuat oleh Agak Laen: Menyala Pantiku!. Dengan 2.185.234 penonton pekan ini, mereka adalah raja tak terbantahkan. TAPI, ada plot twist! Raja ini sedang mengalami ‘demam turun’ cukup drastis: penurunan 58% dari pekan lalu. Wah, apakah ‘pantiknya’ mulai kurang minyak?

Meski begitu, jangan kasihan dulu. Secara kumulatif, film ini sudah meraup 7.486.336 tiket sejak rilis 27 November. Mereka hampir menyalip rekor film sebelumnya. Jadi, meski tren mingguan melandai, kekuatan komedi lokal dalam menggiring massa ke bioskop tetaplah sebuah power move yang tak terbantahkan. Mereka membuktikan, di tengah segala kisah seram dan sedih, ketawa tetaplah obat yang paling laris.

Pertarungan Ketat Posisi 2 & 3: Horor Religius vs Drama Batak

Di posisi runner-up, bayang-bayang maut datang dari Qorin 2. Film horor religius yang menampilkan almarhum Epy Kusnandar ini berhasil menghipnotis 124.991 penonton. Dengan durasi hampir dua jam, penonton diajak tegang oleh Vino G. Bastian dan Fedi Nuril.

Nah, cuma selisih tipis, di posisi ketiga ada drama komedi keluarga yang penuh teriakan dan mungkin marga-marga: Mertua Ngeri Kali. Film berlatar budaya Batak ini sukses menarik 123.517 penonton hanya dalam beberapa hari sejak rilis 11 Desember. Pertarungan antara ‘hantu’ dan ‘mertua’ ternyata benar-benar sengit!

Yang Naik, Yang Jatuh, dan Yang ‘Nangkring’ Labil

  • Riba (Posisi 4): Genre horor kembali merapat dengan 51.126 penonton, meski turun 50%. Secara total, film ini sudah dilihat 154.223 kali.
  • Mengajar Restu (Posisi 5): Pendatang baru dalam chart! Film drama romansa religius besutan Dhini Aminarti dan Citra Kirana ini langsung mendarat dengan 28.176 penonton.
  • Si Penderita Penurunan Terdramatis: Sampai Titik Terakhirmu harus merasakan pahitnya jatuh dari posisi 2 ke posisi 6. Dengan penurunan 98%, film ini hanya ditonton 15.574 orang pekan ini. Padahal total kumulatifnya mentok di 1.555.652. Astaga, what a plot twist!
  • Legenda Kelam Malin Kundang (Posisi 7): Naskah garapan Joko Anwar membuahkan hasil, naik dua peringkat dengan 9.582 penonton. Adaptasi modern dari legenda ini mulai menunjukkan taringnya.

Klub ‘Under 10K’: Para Pejuang Tangguh di Chart

Di wilayah yang lebih sunyi, pertarungan tetap panas:

  • Danyang Wingit Jumat Kliwon (Posisi 8) bertahan dengan 4.509 penonton.
  • Pangku (Posisi 9), film debut sutradara Reza Rahardian yang sudah menyabet penghargaan FFI, kembali masuk top 10 dengan 1.612 penonton. Total kumulatifnya yang 552.148 membuktikan film kritikus pun punya penggemar setia.
  • Menutup daftar adalah NIA (Posisi 10), film drama inspirasi kisah nyata dari Padang Pariaman yang menyentuh hati 1.522 penonton pekan ini.

Korban-Korban yang ‘Tereliminasi’

Talk show peringkat film indonesia

Layaknya pertandingan survival, pekan ini menyisihkan beberapa nama yang pekan lalu masih bertengger. Harus rela ‘pulang kampung’ lebih dulu: Pesugihan Sate Gagak, Air Mata Mualaf, Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, Wasiat Warisan, dan Sosok Ketiga: Lintrik. Sampai jumpa di data pekan depan, atau mungkin tidak?

Dominasi Komedi vs Ekosistem Genrelain yang Tetap Hidup

Peta perfilman Indonesia pekan ini jelas: satu raksasa komedi (meski lagi flu), dan sembilan pesaing dari berbagai genre yang berebut sisa oksigen. Horor, drama keluarga, dan religius masih menjadi pilihan utama selain komedi. Data ini membuktikan bahwa meskipun satu judul bisa mendominasi, selera penonton kita sebenarnya beragam dan tetap memberikan ruang bagi cerita-cerita lain untuk bersuara. Yang jadi pertanyaan minggu depan: Akankah ‘Menyala Pantiku’ bertahan, atau mertua dan hantu-hantuan yang akan balas dendam? Stay tuned!

ruangkosong
ruangkosong
Articles: 158

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *