[ruangkosong.net] Pada 10 Januari 2026, Indonesia resmi jadi negara pertama di dunia yang memblokir sementara Grok, chatbot AI besutan xAI milik Elon Musk. Blokir ini langsung diumumkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dan sehari kemudian Malaysia ikutan. Alasannya? Fitur “Edit Image” Grok yang diluncurkan akhir Desember 2025 jadi senjata massal buat bikin deepfake non-consensual—terutama gambar perempuan yang tiba-tiba “telanjang”, pakai bikini minim, atau bahkan konten seksual eksplisit tanpa izin sama sekali.
Bayangin: orang tinggal hover foto publik di X, klik “Edit with Grok”, ketik prompt “remove clothes” atau “put in tiny bikini”, dan dalam hitungan detik muncul hasil editan yang keliatan realistis banget. Tanpa perlu izin pemilik foto, tanpa notifikasi, tanpa opt-out. Safeguard awalnya lemah parah, sampai-sampai Reuters nemuin 102 upaya manipulasi foto dalam 10 menit doang di awal Januari. Internet Watch Foundation (IWF) juga konfirmasi ada gambar pornografi anak usia 11-13 tahun yang dihasilkan tool ini. Parahnya lagi, ini bukan cuma deepfake biasa—bisa masuk kategori CSAM (child sexual abuse material) yang ilegal di mana-mana.
Pemerintah Indo nggak main-main: “Ini pelanggaran serius terhadap HAM, martabat, dan keselamatan warga di ruang digital.” Blokir sementara ini nunggu xAI benerin safeguard total, tambahin consent mechanism, dan patuh regulasi PSE. Sementara itu, platform X masih bisa dibuka normal, tapi akses ke grok.x.ai, app Grok, dan fitur AI-nya dibatasi. Banyak user di Indo (termasuk di Bandung) bypass pakai Cloudflare Warp atau VPN, tapi ya tetep ribet.
Artis Indonesia yang Paling Kena Getahnya
Dunia hiburan Tanah Air langsung kena imbas berat. Banyak cewek-cewek publik figur trauma berat karena foto mereka yang diunggah santai di X tiba-tiba dimanipulasi jadi konten NSFW tanpa sepengetahuan mereka. Beberapa nama yang paling rame dibahas:
- Freya Jayawardana (JKT48): Foto-fotonya jadi salah satu target utama deepfake pornografi. Kasus ini langsung viral dan bikin efek domino di kalangan idol K-pop/J-pop lokal. Fans dan komunitas geram banget, sampe banyak yang boikot fitur AI Grok.
- Bernadya: Penyanyi muda ini secara terbuka bilang trauma dan takut banget upload foto pribadi lagi. Dia sempat posting di X: “Kasian Groknya cape edit foto gue terus,” tapi nada sarkasnya jelas menunjukkan kekesalan mendalam.
- Indahkus: Juga ikut nyatakan keresahan yang sama. Banyak influencer dan artis perempuan lain mulai panik, takut karir dan privasi mereka dirusak AI seenaknya.
Selain itu, ada tren baru di kalangan selebriti: kirim DM langsung ke @grok di X dengan kalimat tegas seperti:
“Saya tidak mengizinkan Anda untuk mengambil, memodifikasi, atau mengedit FOTO saya, baik yang telah dipublikasikan di masa lalu maupun yang akan saya unggah.”
Arie Kriting dan beberapa artis lain ikut ikutan. Banyak yang mulai hapus foto lama, private akun, atau bahkan ancam ninggalin X karena merasa ruang digital nggak aman lagi buat perempuan.
Respons xAI & Elon Musk
xAI akhirnya batasi fitur image generation/edit cuma buat subscriber berbayar (sejak awal Januari 2026) dan ngaku ada “lapses in safeguards”. Tapi respons resmi ke media sering cuma satu kata: “Legacy Media Lies”. Elon Musk sendiri bilang pengguna yang bikin konten ilegal bakal dihukum sama seperti kalau mereka upload langsung, tapi banyak yang ngerasa itu terlambat dan nggak cukup.
Secara global, kontroversi ini memicu investigasi di Eropa (EU Digital Services Act), UK (Ofcom), Prancis, India, Australia, dan Kanada. Indonesia dan Malaysia jadi pionir langkah blokir tegas—tapi kritikus bilang ini cuma solusi darurat. Akar masalahnya di etika pengembangan AI yang buru-buru dan regulasi global yang masih lemah.
Intinya: inovasi AI emang keren, tapi kalau nggak ada consent dan pelindungan yang bener, bisa jadi alat pelecehan digital massal. Semoga xAI cepet beresin semuanya, blokir dicabut, dan artis-artis kita bisa balik upload foto tanpa takut jadi korban “digital undressing” lagi.





