Sirkuit Mandalika Hidup 268 Hari di 2024, MGPA Abadikan dalam Yearbook, Soroti Dampak Ekonomi

[ruangkosong.net, LOMBOK TENGAH] — Dalam sebuah upaya monumental untuk mendokumentasikan perjalanan dan pencapaiannya, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) secara resmi meluncurkan MGPA Yearbook 2024. Sebagai sebuah karya lengkap, buku setebal itu bukan sekadar katalog acara, melainkan catatan sejarah hidup yang mengurai secara mendalam bagaimana sebuah sirkuit di sudut Lombok berubah menjadi salah satu pusat motorsport dan wisata internasional paling dinamis di kawasan ini.

“MGPA Yearbook 2024 ini menjadi gambaran ringkas ragam aktivitas MGPA yang terselenggara sepanjang tahun 2024,” tegas Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA, yang juga menggarisbawahi pentingnya dokumen ini sebagai bagian dari pengabdian rekam jejak organisasi. Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa buku ini lahir dari upaya untuk melihat dampak langsung setiap kegiatan, baik dalam lingkup pariwisata maupun pengaruh ekonomi yang mengikutinya.

Menelusuri Akar Sejarah dan Proses Pembangunan

Awal cerita dibuka dengan kisah kelahiran sirkuit kebanggaan ini. Buku ini secara komprehensif memaparkan linimasa sejarah perjalanan pembangunan Sirkuit Mandalika, mulai dari master plan, proses konstruksi, pertemuan strategis dengan Dorna Sport (promotor MotoGP), hingga pencapaian tertingginya: masuk dalam kalender MotoGP dan World Superbike (WSBK) serta meraih homologasi FIM Grade A yang menjadi standar tertinggi untuk penyelenggaraan balapan motor Grand Prix.

Proses pembangunan yang dimulai pada tahun 2019 ini tercatat merupakan realisasi dari rencana yang telah disiapkan sejak 2016. Sirkuit yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 November 2021, dan memiliki panjang lintasan 4,31 kilometer dengan 17 tikungan yang menantang.

Kalender Padat: Menyajikan 268 Hari Kegiatan

Fakta paling mencengangkan yang terungkap dalam Yearbook ini adalah intensitas penggunaan sirkuit. Sepanjang tahun 2024, Sirkuit Mandalika tercatat hidup selama 268 hari penuh dengan berbagai kegiatan, sebuah angka yang mencerminkan komitmen MGPA untuk memaksimalkan aset ini tidak hanya untuk balapan, tetapi juga sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan.

Selain itu, buku ini juga secara detail menguraikan spektrum acara yang digelar. Sebagai puncak daya tarik, ada empat perhelatan balap internasional bergengsi: Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP), GT World Challenge Asia (GTWCA), Asia Road Racing Championship (ARRC), dan Porsche Carrera Cup Asia (PCCA).

Namun, yang patut disorot, kesuksesan tidak hanya datang dari event bertaraf dunia. Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series (MRS) dan Mandalika Festival of Speed (MFoS) juga menjadi tulang punggung kalender yang terbukti mampu menarik antusiasme besar dari peserta dan penonton dalam negeri, bahkan disiarkan langsung melalui YouTube.

Melampaui Balapan: Inovasi “Mandalika Experience”

Yang membedakan Sirkuit Mandalika dari banyak sirkuit lain di dunia adalah komitmennya untuk selalu terhubung dengan masyarakat. Melalui program “Mandalika Experience”, MGPA membuka pintu sirkuit untuk kegiatan non-motorsport, seperti Lampaq di Sirkuit, Track Day, Arrive and Drive, hingga acara olahraga lari.

Salah satu inovasi terbarunya bahkan memungkinkan masyarakat umum merasakan atmosfer lintasan dengan naik bus wisata, yang berkeliling di trek dengan kecepatan terkontrol. “Masyarakat berkesempatan langsung merasakan pengalaman berkeliling, merasakan mulusnya lintasan aspal dan menikmati panorama Sirkuit Mandalika,” ujar Priandhi Satria. Dengan cara ini, sirkuit bertransformasi dari venue eksklusif menjadi ruang publik yang edukatif dan menghibur.

Dampak Ekonomi dan Warisan untuk Masa Depan

Tidak kalah penting, MGPA Yearbook 2024 secara khusus menyoroti dampak ekonomi dari seluruh aktivitas ini. Priandhi Satria menegaskan bahwa setiap penyelenggaraan event dirancang untuk memberikan dampak nyata, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan ratusan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga penggairahan sektor pariwisata tidak hanya di Mandalika, tetapi juga di berbagai daerah lain di Nusa Tenggara Barat.

Pada akhirnya, peluncuran buku ini bukanlah titik akhir. Sebaliknya, ia adalah sebuah cermin untuk berefleksi dan batu loncatan untuk merancang langkah ke depan. Sebagai dokumen hidup, MGPA Yearbook 2024 mengabadikan bagaimana sebuah sirkuit dapat menjadi lebih dari sekadar tempat balap; ia bisa menjadi mesin penggerak ekonomi, laboratorium olahraga nasional, dan kebanggaan bersama yang ditorehkan di tanah Lombok. Bagi pecinta motorsport dan penggiat pariwisata, buku ini menjadi warisan berharga yang mencatat satu tahun tersibuk dan penuh prestasi di Sirkuit Pertamina Mandalika.

ruangkosong
ruangkosong
Articles: 158

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *