[Ruangkosong.net] Pagi hari di kawasan Gedung Sate kini terasa berbeda. Di antara rindangnya pepohonan, Taman Lansia Kota Bandung tampak lebih hidup. Jalur pejalan kaki yang rapi, bangku taman yang tertata, serta ruang terbuka yang nyaman menjadi pemandangan baru setelah kawasan ini direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Bandung.
Bagi Ridho, warga yang kerap melintas di kawasan tersebut, perubahan Taman Lansia terasa signifikan. Ia mengaku kini lebih sering berjalan kaki dan beristirahat sejenak di taman.
“Dulu jalurnya kurang nyaman. Sekarang jauh lebih rapi dan aman, jadi enak untuk jalan santai,” tuturnya.
Revitalisasi Taman Lansia bukan sekadar mempercantik tampilan. Penataan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan pengunjung, terutama kelompok lanjut usia. Jalur pedestrian dibuat lebih rata, lebar, dan aman, sehingga memudahkan aktivitas berjalan kaki tanpa rasa khawatir.
Tak hanya itu, aspek inklusivitas juga menjadi perhatian. Zaky, pengunjung lainnya, menilai taman kini lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
“Sekarang aksesnya lebih mudah. Lansia dan pengguna kursi roda juga bisa menikmati taman tanpa banyak hambatan,” katanya.






Menurut Zaky, taman ini kini benar-benar mencerminkan ruang publik yang bisa dinikmati semua orang. Ia melihat lansia duduk berbincang, warga berolahraga ringan, hingga keluarga yang sekadar menikmati suasana hijau di tengah kota.
Meski wajah baru Taman Lansia mendapat banyak pujian, warga tetap mengingatkan pentingnya perawatan berkelanjutan. Ridho berharap fasilitas yang sudah dibangun dapat dijaga bersama.
“Sayang kalau sudah bagus tapi tidak dirawat. Kebersihan dan fasilitasnya harus dijaga supaya tetap nyaman,” ujarnya.
Kesadaran pengunjung menjadi bagian penting dari keberlanjutan taman. Tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan fasilitas sesuai fungsi, dan menjaga ketertiban menjadi bentuk partisipasi sederhana namun berdampak besar.
Kini, Taman Lansia tak hanya menjadi ruang hijau di pusat kota, tetapi juga simbol perubahan cara pandang terhadap ruang publik—lebih inklusif, lebih manusiawi, dan lebih berpihak pada kualitas hidup warga. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, taman ini diharapkan terus menjadi ruang aman dan nyaman bagi semua generasi di Kota Bandung.





